Minggu, 19 Oktober 2014

TUGAS SOFTSKILL REVIEW JURNAL ETTIKA BISNIS

NAMA     : RIZKI IKA SARI
NPM        : 16211344
KELAS    : 4EA09



JURNAL 1

JUDUL                                              : ANALISIS PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY BERDASAR PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCEDI PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING, Tbk
NAMA PENELITI                             : OLIVIA AGUSTIN
TAHUN                                             : 2013
TEMPAT PENELITIAN                    : PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING, Tbk
VARIABEL YANG DITELITI           : Corporate Social Responsibility(CSR), Good Corporate Governance(GCG), Sustainability Report.
HASIL PENELITIAN                       :
Setiap badan usaha, dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara tidak langsung pasti membutuhkan masyarakat dan lingkungan disekitarnya. Keberadaan badan usaha dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif bagi masyarakat disekitarnya. Para pelaku dunia industri mulai menyadari bahwa dalam menjalankan usahanya, selain bertujuan untuk memperoleh profit tentunya juga harus turut memperhatikan aspek lingkungan dan masyarakat. Oleh karena itu, badan usaha memiliki tanggung jawab kepada stakeholders untuk memberikan nilai tambah dan bentuk kepedulian badan usaha terhadap lingkungan disekitar. Hal ini yang menyebabkan badan usaha perlu melakukan kegiatan yang disebut dengan Corporate Social Responsibility(CSR). Dalam melaksanakan CSR, diperlukan acuan/ prinsip untuk dapat menilai pelaksanaan CSR telah berjalan dengan efektif atau tidak. Salah satunya yaitu Prinsip-prinsip dalam Good Corporate Governance(GCG). Dengan adanya prinsip GCG, diharapkan praktik CSR dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Salah satu badan usaha yang telah menerapkan program CSR, yaitu PT Enseval Putera Megatrading, Tbk. Badan usaha dagang ini merupakan distributor dari produk-produk kesehatan dan obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi terkait dengan kendala-kendala yang dihadapi oleh badan usaha dalam menerapkan program CSR. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat membantu pihak manajemen dalam mengembangkan program CSR di masa yang akan datang sehingga sesuai dengan prinsip GCG dan kebutuhan para stakeholders. Setelah dilakukan analisa penerapan CSR berdasar pada prinsip GCG, dapat disimpulkan bahwa PT Enseval Putera Megatrading, Tbk beberapa program masih belum terlihat prinsip transparency, accountability, responsibility, independency,dan fairness nya dalam program CSR yang telah dilakukan.Hal ini tampak pada hasil identifikasi terhadap masing-masing program yang dianalisa berdasar kelima prinsip GCG. Selain itu, dalam pelaksanaannya, program CSR belum di supportoleh pihak manajemen perusahaan dari segi pendanaan karena pihak manajemen Enseval cabang Surabaya ini belum memiliki planning dan budgeting untuk kegiatan CSR. Selain itu, masih belum ada divisi yang bertanggung jawab secara khusus atau memiliki wewenang khusus dalam struktur dan standard of procedure yang jelas untuk menangani pelaksanaan kegiatan CSR PT.EPM yang menyebabkan program CSR dilakukan seadanya saja dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Pemilihan tersebut ditentukan oleh Area Business Manager selaku pihak yang mengurusi CSR tanpa adanya survey langsung dari para stakeholders. Badan usaha juga belum membuat laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan CSR berupa Sustainability Report atau Laporan tahunan (Annual Report),  sehingga stakeholders (investor, supplier, customer, karyawan, masyarakat, dan pemerintah) tidak dapat mengetahui dan menilai kualitas pelaksanaan program CSR yang ada serta nantinya dapat berpengaruh terhadap going concern badan usaha di masa yang akan datang.

JURNAL 2

JUDUL                                               : Pengaruh Keragaman Produk dan Etika Bisnis Islam terhadap Minat Nasabah Menggunakan Jasa BMT “ROBBANI” Kaliwungu
NAMA PENELITI                             : Hikmah, Lailatul
TAHUN                                              : 2011
TEMPAT PENELITIAN                   : BMT “ROBBANI” Kaliwungu
VARIABEL YANG DITELITI        : Keragaman produk dan etika bisnis Islam sebagai variabel bebas (independent) dan minat nasabah sebagai variabel terikat (dependent).
HASIL PENELITIAN                       :
Di Indonesia lembaga keuangan dapat dikelompokkan dalam dua bentuk yaitu lembaga keuangan Bank dan lembaga keuangan non Bank. perbankan di Indonesia terdiri dari 2 (dua) jenis, yaitu Bank umum dan Bank perkreditan rakyat, sedangkan lembaga keuanagan non Bank itu antara lain berbentuk koperasi, asuransi dan yang lainnya yang melakukan kegiatan usahanya dalm bentuk konvensional maupun syariah. Salah satu lembaga keuangan non Bank yang berbentuk syariah adalah BMT, dari beberapa BMT yang ada di Kaliwungu BMT Robbani lah yang penulis teliti kali ini yang sudah melalui observasi oleh penulis sebelumnya. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keragaman produk dan etika bisnis Islam terhadap minat nasabah menggunakan jasa BMT Robbani Kaliwungu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif di mana terdapat dua variabel yaitu keragaman produk dan etika bisnis Islam sebagai variabel bebas (independent) dan minat nasabah sebagai variabel terikat (dependent). Dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah BMT Robbani yang masih aktif, adapun sampel yang digunakan sebanyak 82 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan quesioner. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji validitas dan rebilitas, selanjutnya metode untuk menganalisis data menggunakan metode analisis regresi berganda dengan menggunakan uji hipotesis berupa uji T, uji simultan (uji F) dan koefisien determinasi. Adapun dari hasil penelitian, dilihat secara persial dengan uji T bahwa keragaman produk berpengaruh signifikan dengan minat nasabah menggunakan jasa BMT Robbani Kaliwungu dengan nilai t hitung sebasar 2,117 dan nilai signifikan sebasar 0,037 di bawah 0,05. Sedangkan variabel etika bisnis Islam berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah menggunakan jasa BMT Robbnai kaliwungu dengan nilai t hitung 5,109 dan nilai signifikan sebesar 0,000 di bawah 0,05. Selanjutnya dalam uji F atau uji simultan menunjukan bahwa keragaman produk dan etika bisnis Islam berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah menggunakan jasa BMT Robbani Kaliwungu dengan nilai F hitung sebesar 26,397. Dan koefisien deteminasi menunjukan bahwa variasi perubahan variabel minat nasabah dipengaruhi oleh variabel keragaman produk dan etika bisnis Islam sebesar 40,1%. Dari hasil penelitian tersebut diharapkan dapat bermanfaat kepada semua pihak terutama dalam meningkatkan kinerja karyawan dan kemajuan BMT Robbani.

JURNAL 3

JUDUL                                               : PENGARUH ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP    CUSTOMER RETENTION (Studi Kasus Pada Bank BPD DIY Cabang Syariah)

NAMA PENELITI                             : MUHAMMAD FAIZ ROSYADI
TAHUN                                              : 2012
TEMPAT PENELITIAN                     : Bank BPD DIY Cabang Syariah
VARIABEL YANG DITELITI            : Etika bisnis Islam, keadilan (‘adl), kehendak bebas (free will), tanggung jawab (responsibility), kebenaran, customer retention.

HASIL PENELITIAN                       :
Semakin cepat dan pesat perkembangan perbankan syariah di Indonesia,mengakibatkan semakin ketatnya persaingan di dunia perbankan. Kecilnya tingkatpertumbuhan segmen pasar pada perbankan syariah, mengharuskan bank syariah untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan dan memperluas segmen pasar agar dapat mengejar selisih market share yang terlalu jauh dengan bank konvensional. Hal ini juga dialami oleh Bank BPD DIY Syariah, bank dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu bersaing dalam persaingan tersebut. Untuk memperoleh profitabilitas yang tinggi pada perusahaan perlu adanya upaya untuk meningkatkan customer retention (mempertahankan nasabah) karena customer retention adalah kunci profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh etika bisnis Islam yang terdiri dari keadilan (‘adl), kehendak bebas (free will), tanggungjawab (responsibility), dan kebenaran, terhadap customer retention. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 100 nasabah Bank BPD DIY Syariah, yang diperoleh dengan menggunakan accidental sampling, kemudian dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh dengan menggunakan analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif meliputi uji validitas dan realibilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F, serta analisis koefisien determinasi (R2). Analisis kualitatif merupakan interpretasi dari data-data yang diperoleh dalam penelitian secara hasil pengolahan data yang sudah dilaksanakan dengan member keterangan dan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi yang terlihat pada nilai Adjusted R Square sebesar 0,725 yang berarti bahwa customer retention pengaruhnya dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen yaitu keadilan, kehendak bebas, tanggung jawab, kebenaran sebesar 72,5%, dan sisanya yaitu 27,5% dapat dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Secara parsial berdasarkan hasil uji t variabel-variabel dalam penelitian ini berpengaruh positif dan signifikan dimana variabel tanggung jawab (responsibility) memiliki pengaruh terbesar dibandingkan variabel lain dalam penelitian ini, sedangkan variabel kebenaran memiliki pengaruh paling rendah terhadap customer retention.
Berdasarkan uji F menunjukkan bahwa secara simultan atau bersama-sama variabel dalam penelitian ini yaitu keadilan, kehendak bebas, tanggungjawab,kebenaran, berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer retention. Oleh karena itu untuk meningkatkan customer retention dalam suatu perusahaan, dapat dilakukan dengan cara meningkatkan penerapan etika bisnis Islam dalam setiap kegiatan bisnis.




Selasa, 10 Juni 2014

PROPINSI JAMBI

 
Propinsi yang kelima di tanah air adalah propinsi Jambi yang letaknya juga di pulau Sumatra.
Sejarah : Ada beberapa sumber dan hipotesa mengenai sejarah Jambi, antara lain di dalam kitab sejarah dinasti T’ang (Cina) disebutkan untuk pertama kalinya tentang datangnya utusan dari negeri Mo-lo-yu, pada tahun 644-645. Nama Mo-lo-yu  ini dapat dihubungkan dengan negeri Malayu yang letaknya di pantai timur Sumatra, dan pusatnya sekitar jambi. Juga dalam kitab tersebut Jambi dihubungkan dengan Melayu dan Sriwijaya.
            Menurut berita Cina tersebut di atas, kelihatannya sumber berita pendeta Cina, tahun 672, I-tsing yang telah dikemukakan dalam pembahasan mengenai Sumatra Utara, masih berlaku sebagai rujukan dalam membahas propinsi Jambi. I-Tsing, dalam perjalanannya dari Kanton menuju India, singgah di Shih-li-fo-shih, Sriwijaya, selama enam bulan untuk belajar tatabahasa Sansekerta. Ia singgah di Mo-lo-yu (Melayu) dua bulan untuk selanjutnya meneruskan perjalannya ke India. Sekitar tahun 692, ketika I-Tsing untuk kedua kalinya datang ke Melayu, dikatakannya bahwa Mo-lo-yu sekarang sudah menjadi negeri Sriwijaya. Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa pada sekitar tahun 692 kerajaan sriwijaya telah mengembangkan kekuasaannya dan menaklukkan kerajan-kerajaan lainnya di Sumatra. Waktu berada di Sriwijaya, I-Tsing, menulis dua buah buku mengenai perjalanannya di Sumatra. Pada tahun 692, ia mengirim kedua bukunya itu ke Cina, sedangkan ia sendiri baru kembali ke negerinya tahun 695. Terjemahan buku-buku inilah yang menjadi sumber sebagian besar sejarah Sriwijaya. Sejarah, berdasarkan berita Cina itu, juga mengungkapkan bahwa Sriwijaya menjalin hubungan erat dengan istana para kaisar Cina yang dibuktikan dengan pengiriman utusan Sriwijaya ke negeri Cina. Juga, Sriwijaya menjalin hubungan dengan India. Sebuah prasasti rajaDewapaladewa dari Bengala yang dibuat pada akhir abad ke-9 menyebutkan sebuah biara yang dibuat atas perintah Balaputradewa Maharaja di Suwarnadwipa (Sumatra). Prasasti tersebut dikenal dengan nama prasasti Nalanda.
            Sebagaimana halnya dengan daerah yang terletak di pesisir pantai timur pulau Sumatra , Jambi dekat dengan Selat Malaka yang dilintasi oleh berbagai kapal dagang dari India, Persia, Cina, dan Arab semenjak abad ke-7. Hal inilah yang di maksud oleh Nugroho Notosusanto, dkk. Dengan “ tahap perkenalan” bangsa Indonesia dengan Islam pedagang-pedagang tersebut sebagian besar beragama Islam. Dengan demikian, Jambi telah mengenal Islam sekitar akhir abad ke-7 dan awal abad ke-8 melalui pedagang dari Gujarat , India, Persia dan Cina tersebut. Kemudian Islam berkembang pesat sehingga mewarnai sikap hidup dan budaya rakyat. Hal ini tercemin dari pepatah adatnya : adat bersendi Syara’ dan Syara’ bersendi Kitabullah.  Gugurnya pahlawan bangsa. Karena kuatnya pengaruh Islam , kedatangan bangsa Belanda mendapat perlawanan. Perlawanan ini dimulai pada tahun 1825, dilanjutkan dengan Perang Sultan Thaha (1855-1907), perlawanan Raden Mat Thaher (1900-1907), dan perlawanan rakyat Kerinci (1901-1907). Dalam perang ini, banyak pahlawan yang gugur, termasuk Sultan Mahmud Muhyidin, Pangeran Wirakusuma, Putri Ayu (Permaisuri II Sultan Mahmud Muhyidin), Sultan Thaha Syaifuddin, Raden Mat Thaher, Sultan Fahruddin, dan Sultan Achmad Nazaruddin dan lain lainnya. Beliau-beliau ini merupakan sosok yang terpuji yang telah mengorbankan jiwa mereka untuk mengembalikan harga diri anak bangsa setelah ratusan tahun lamanya dihina pemerintah Hindia Belanda.
Kekurangan:
   Kekurangan dari referensi ini adalah kurang menjelaskan tentang detail sisi Provinsi Jambi, baik dari kota, dan disini tidak menjelaskan tentang ciri khas dari provinsi Jambi, disini hanya menjelaskan tentang sejarah dimasa kerjaan saja.

Kelebihan:
   Kelebihan disini memaparkan detail tentang sejarah dimasa kerajaan dahulu dan menjelaskan keadaan yang terjadi dimasa lampau.
MANUSIA INDONESIA DAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA , TEORI DAN KONSEP
Sofia Rangkuti-Hasibuan
2002 Dian Rakyat
Diterbitkan oleh Dian Rakyat – Jakarta
Dicetak oleh PT.Dian Rakyat – Jakarta
Cetakan Pertama 2002
Studi Pustaka : Dr. Hj. Sofia Rangkuti-Hasibuan M.A (Manusia dan Kebudayaan Indonesia)

Selasa, 22 April 2014

BIOGRAFI JAMES WATT

James Watt (Greenock, Skotlandia, 19 Januari 1736 - Birmingham, Inggris, 19 Agustus 1819) ialah seorang insinyur besar dari Skotlandia, Britania Raya. Ia berhasil menciptakan mesin uap pertama yang efisien. Ternyata mesin uap ini merupakan salah satu kekuatan yang mendorong terjadinya Revolusi Industri, khususnya di Britania dan Eropa pada umumnya. Untuk menghargai jasanya, nama belakangnya yaitu Watt digunakan sebagai nama satuan daya, misalnya daya mesin dan daya listrik.

James Watt, orang Skotlandia yang sering dihubungkan dengan penemu mesin uap, adalah tokoh kunci Revolusi Industri. Sebenarnya, Watt bukanlah orang pertama yang membikin mesin uap. Rancangan serupa disusun pula oleh Hero dari Iskandariah pada awal tahun Masehi. Di tahun 1686 Thomas Savery membikin paten sebuah mesin uap yang digunakan untuk memompa air, dan di tahun 1712, seorang Inggris Thomas Newcomen, membikin pula paten barang serupa dengan versi yang lebih sempurna, namun mesin ciptaan Newcomen masih bermutu rendah dan kurang efisien, hanya bisa digunakan untuk pompa air dari tambang batubara.


Watt menjadi tertarik dengan ihwal mesin uap di tahun 1764 tatkala dia sedang membetulkan mesin ciptaan Newcomen. Meskipun Watt cuma peroleh pendidikan setahun sebagai tukang pembuat perkakas, tetapi dia punya bakat pencipta yang besar. Penyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukannya terhadap mesin bikinan Newcomen begitu penting, sehingga layaklah menganggap sesungguhnya Wattlah pencipta pertama mesin uap yang praktis.

Keberhasilan Watt pertama yang dipatenkannya di tahun 1769 adalah penambahan ruang terpisah yang diperkokoh. Dia juga membikin isolasi pemisah untuk mencegah menghilangnya panas pada silinder uap, dan di tahun 1782 dia menemukan mesin ganda. Dengan beberapa perbaikan kecil, pembaruan ini menghasilan peningkatan efisiensi mesin uap dengan empat kali lipat atau lebih. Dalam praktek, peningkatan efisiensi ini memang merupakan hasil dari suatu kecerdasan namun tidaklah begitu merupakan peralatan yang bermanfaat dan bukan pula punya kegunaan luar biasa ditilik dari sudut industri.

Watt juga menemukan (di tahun 1781) seperangkat gerigi untuk mengubah gerak balik mesin sehingga menjadi gerak berputar. Alat ini meningkatkan secara besar-besaran penggunaan mesin uap. Watt juga berhasil menciptakan pengontrol gaya gerak melingkar otomatis (tahun 1788), yang menyebabkan kecepatan mesin
dapat secara otomatis diawasi. Juga menciptakan alat pengukur bertekanan (tahun 1790), alat penghitung kecepatan, alat petunjuk dan alat pengontrol uap sebagai tambahan perbaikan lain-lain peralatan.

Watt sendiri tidak punya bakat bisnis. Tetapi, di tahun 1775 dia melakukan persekutuan dengan Matthew Boulton, seorang insinyur, dan seorang pengusaha yang cekatan. Selama dua puluh lima tahun sesudah itu, perusahaan Watt dan Boulton memproduksi sejumlah besar mesin uap dan keduanya menjadi kaya raya. Mesin uap bekerja ganda penemuan Watt tahun 1769 Memang sulit melebih-lebihkan arti penting mesin uap. Sebab, memang banyak penemuan-penemuan lain yang memegang peranan penting mendorong berkembangnya Revolusi Industri. Misalnya, perkembangan dunia tambang, metalurgi, dan macam-macam peralatan mesin. Sekoci yang meluncur bolak-balik dalam mesin tenun (penemuan John Kay tahun 1733), atau alat pintal (penemuan James Hargreaves tahun 1764) semuanya terjadi mendahului kreasi Watt. Sebagian terbesar dari penemuan-penemuan itu hanyalah merupakan penyempurnaan yang kurang berarti dan tak satu pun punya arti vital dalam kaitan dengan bermulanya Revolusi Industri. Lain halnya dengan penemuan mesin uap yang memainkan peranan penting dalam Revolusi Industri, yang tampaknya keadaan akan mengalami bentuk lain. Sebelumnya, meskipun tenaga uap digunakan untuk kincir angin dan putaran air, sumber pokok tenaga mesin terletak pada tenaga manusia. Faktor ini amat membatasi kapasitas produksi industri. Berkat penemuan mesin uap, keterbatasan ini tersingkirkan. Sejumlah besar energi kini dapat disalurkan untuk hal-hal yang produktif yang menanjak dengan teramat derasnya. Embargo minyak tahun 1973 membuat kita sadar betapa sengsaranya jika bahan energi berkurang dan mampu melumpuhkan industri. Pengalaman ini, pada tingkat tertentu, mendorong kita membayangkan arti penting Revolusi Industri berkat penemuan James Watt.

Di samping manfaat tenaga untuk pabrik, mesin uap juga punya guna besar di bidang-bidang lain. Di tahun 1783, Marquis de Jouffroy di Abbans berhasil menggunakan mesin uap untuk penggerak kapal. Di tahun 1804, Richard Trevithick menciptakan lokomotif uap pertama. Tak satu pun dari model-model pemula itu berhasil secara komersial. Dalam tempo beberapa puluh tahun, barulah baik kapal maupun kereta api menghasilkan revolusi baik di bidang pengangkutan darat maupun laut.

Revolusi Industri berlangsung hampir berbarengan dengan Revolusi Amerika maupun Perancis. Meskipun waktu itu tampaknya sepele, kini tampak jelas betapa Revolusi Industri itu seakan digariskan mempunyai makna jauh lebih penting untuk peri kehidupan manusia ketimbang arti penting revolusi politik. James Watt, oleh sebab itu tergolong salah seorang yang punya pengaruh penting dalam sejarah.

Sumber :
http://wapedia.mobi
http://denbaghost.wordpress.com
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-james-watt.html

Selasa, 25 Maret 2014

Artikel Metode Induktif Jenis Generalisasi Tema Jakarta



JAKARTA, KOMPAS.com — Akses jalan layang yang belum selesai dibangun Dinas Pekerjaan Umum mengganggu operasional kendaraan di Terminal Pulo Gebang. Terkait dengan hal ini, pengurus Terminal Pulo Gebang dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta yakin bahwa sejumlah bus dan angkutan kota mulai dapat beroperasi pada pertengahan tahun depan.

“Target kami bulan Maret 2015 terminal ini sudah bisa beroperasi,” kata Rini Setyarini, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Terminal Pulo Gebang, Selasa (25/3/2014), kepada Kompas.com.

Rini mengatakan, pembangunan jembatan layang yang molor menjadi masalah utama belum beroperasinya bus Angkutan Antarkota dan Antarprovinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang. Perpindahan AKAP yang berada di Pulo Gadung dinilai masih sulit dilakukan tanpa akses jalan layang tersebut. Pasalnya, pintu tol Bintara jauh dari Terminal Pulo Gebang.

Terminal Pulo Gebang dibangun untuk menggantikan fungsi Terminal Pulo Gadung yang menyediakan bus dengan tujuan sejumlah kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Alasannya, kapasitas jumlah kendaraan yang dapat ditampung Terminal Pulo Gadung lebih kecil dibanding Terminal Pulo Gebang.

Selain itu, lokasi Terminal Pulo Gadung yang berada di tengah kota membuat lalu lintas di sekitarnya menjadi macet. Berbeda dengan Terminal Pulo Gebang yang sejak awal telah dirancang berlokasi di pinggir kota sehingga dapat mengurangi kemacetan.

Menurut Rini, pembuatan jalan layang yang masih berlangsung hingga saat ini menghasilkan tumpukan tanah hasil pembongkaran jalan penghubung Terminal Pulo Gebang dengan jalan dalam kota. Tumpukan tanah ini menutupi sejumlah jalan di bawah jembatan Tol Tanjung Priok – Bintara.

Akibatnya, beberapa angkutan dalam kota harus memutar karena tak dapat menggunakan jalan tersebut. Hal ini membuat rekayasa lalu lintas belum dapat dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selanjutnya, kendaraan yang membawa alat berat untuk pembangunan jalan layang masih berkeliaran di jalan-jalan sekitar Terminal Pulo Gebang. Kondisi ini menjadikan jalan di sekitar Terminal Pulo Gebang rusak dan rawan terjadi kecelakaan.

Terminal Pulo Gebang telah dibangun dari tahun 2010 hingga akhir 2011. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, telah menggelar soft launching pada tanggal 23 Juni 2012. Terminal yang dapat memuat 2.997 unit bus ini masih kosong dan sepi peminat. Hingga kini, sejumlah kendaraan dalam kota saja yang menggunakan terminal ini sebagai tempat beristirahat.

Sumber :
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/03/25/2105116/Angkutan.AKAP.di.Terminal.Pulo.Gebang.Beroperasi.2015

PENALARAN

Penalaran adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian, namun penalaran dapat pula diartikan sebagai bentuk tertinggi dari pemikiran dan itu lebih rumit dibanding pengertian dan proposi.
Penalaran juga suatu proses berpikir manusia untuk menghubung‐hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan. Penalaran merupakan proses  berfikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep/pengertian, proposisi/pernyataan.
            Evidensi merupakan semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh digabung dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu.
Cara menguji data, fakta dan autoritas
·   Cara menguji data
            Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
 1. Observasi
 2. Kesaksian
 3. Autoritas
·   Cara menguji fakta
 Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
 1. Konsistensi
 2. Koherensi
·   Cara menguji autoritas
            Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
             1. Tidak mengandung prasangka
 2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
 3. Kemashuran dan prestise
             4. Koherensi dengan kemajuan
            Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).
Jenis-jenis Silogisme
  1. Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
  2. Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn : Udara tidak ada.
K     : Jadi, Makhluk hidup akan mati.
  1. Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:
·         Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
·         Nenek Sumi berada di Bandung.
·         Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
Cara Berpikir Induktif
            Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Jenis-jenis berpikir induktif :
1.      Generalisasi :  merupakan penarikan kesimpulan umum dari pernyataan atau data  data yang ada
          Dibagi menjadi 2 :
             a. Generalisasi Sempurna / tanpa loncatan induktif
        - Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan
              b. Generalisasi Tidak Sempurna / dengan loncatan induktif
        - Fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada
2.      Analogi :   Merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta.  Pada     analogi biasanya membandingkan 2 hal yang memiliki karakteristik berbeda namun dicari persamaan yang ada di tiap bagiannya.
 Sumber :

Rabu, 01 Januari 2014

PENGARUH INDIVIDU TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI


Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya. Individu mempunyai ciri-ciri memiliki suatu pikiran dan diri. Dimana individu sanggup menetapkan kenyataan, interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luar dan dalam dirinya. Dapat diartikan sebagai proses komunikasi individu dalam berinteraksi dan berhubungan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi individu terhadap pembelian dan konsumsi :
1.      FAKTOR SOSIAL
A.    GROUP
sikap dan perilaku individu banyak dipengaruhi oleh kelompok-kelompok kecil. 
B.     KELUARGA
keluarga mempunyai peran terbesar dalam mempengaruhi individu dalam pembelian suatu produk karena keluarga pula yang mempunyai peran paling banyak dalam interaksi seorang individu.
C.     PERAN DAN STATUS
peran merupakan aktivitas yang diharapkan seseorang sesuai orang-orang dalam lingkungan sekitarnya. 
2.      FAKTOR PERSONAL
A.    KEADAAN EKONOMI
keadaan ekonomi akan mempengaruhi pilihan produk seorang individu, dimana dengan situasi tersebut seseorang akan melakukan keputusan terhadap produk mana yang akan ia beli yang terjangkau dengan keadaan ekonominya.
B.     GAYA HIDUP
gaya hidup seseorang akan membentuk pola kehidupan yang membentuk aktivitasnya, dimana seseorang dapat mengekspresikan dengan menunjukkan ketertarikan dan opini terhadap suatu produk. 
C.     UMUR
seseorang akan merubah pilihan produknya seiring dengan siklus kehidupannya. Umur tentulah memiliki peran penting dalam mengambil keputusan untuk tetap pada suatu produk atau menggantinya dengan yang lebih terasa manfaatnya.
D.    PEKERJAAN
pekerjaan seseorang mempengaruhi pembelian, perbedaan dalam pekerjaan akan berbeda pula pembeliannya.
3.      FAKTOR PSIKOLOGIS
A.    MOTIVASI
kebutuhan yang mendorong seseorang untuk mencari produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Ketika satu level kebutuhan terpenuhi maka seseorang akan mencari sesuatu yang ada memuaskan kebutuhannya pada level selanjutnya
B.     PERSEPSI
Seorang konsumen akan menerjemahkan setiap informasi yang ia dapat yang kemudian akan membentuk suatu opini yang kuat terhadap suatu produk sehingga mempengaruhi keputusan yang akan diambil dalam pembelian suatu produk. 
C.     PEMBELAJARAN
pembelajaran adalah proses mempelajari, memperhatikan, menyimpulkan suatu hal yang terus berkembang dan berubah seiring informasi terbaru yang ia terima.
4.      FAKTOR KULTUR
A.    SUB KULTUR
sekelompok orang yang memiliki kesamaan agama, daerah atau bangsa seseorang.
B.     KELAS SOSIAL
penggelompokkan individu berdasarkan suatu kesamaan sesuai dengan kelas sosial dimana dia berada.