Selasa, 25 Maret 2014

Artikel Metode Induktif Jenis Generalisasi Tema Jakarta



JAKARTA, KOMPAS.com — Akses jalan layang yang belum selesai dibangun Dinas Pekerjaan Umum mengganggu operasional kendaraan di Terminal Pulo Gebang. Terkait dengan hal ini, pengurus Terminal Pulo Gebang dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta yakin bahwa sejumlah bus dan angkutan kota mulai dapat beroperasi pada pertengahan tahun depan.

“Target kami bulan Maret 2015 terminal ini sudah bisa beroperasi,” kata Rini Setyarini, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Terminal Pulo Gebang, Selasa (25/3/2014), kepada Kompas.com.

Rini mengatakan, pembangunan jembatan layang yang molor menjadi masalah utama belum beroperasinya bus Angkutan Antarkota dan Antarprovinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang. Perpindahan AKAP yang berada di Pulo Gadung dinilai masih sulit dilakukan tanpa akses jalan layang tersebut. Pasalnya, pintu tol Bintara jauh dari Terminal Pulo Gebang.

Terminal Pulo Gebang dibangun untuk menggantikan fungsi Terminal Pulo Gadung yang menyediakan bus dengan tujuan sejumlah kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Alasannya, kapasitas jumlah kendaraan yang dapat ditampung Terminal Pulo Gadung lebih kecil dibanding Terminal Pulo Gebang.

Selain itu, lokasi Terminal Pulo Gadung yang berada di tengah kota membuat lalu lintas di sekitarnya menjadi macet. Berbeda dengan Terminal Pulo Gebang yang sejak awal telah dirancang berlokasi di pinggir kota sehingga dapat mengurangi kemacetan.

Menurut Rini, pembuatan jalan layang yang masih berlangsung hingga saat ini menghasilkan tumpukan tanah hasil pembongkaran jalan penghubung Terminal Pulo Gebang dengan jalan dalam kota. Tumpukan tanah ini menutupi sejumlah jalan di bawah jembatan Tol Tanjung Priok – Bintara.

Akibatnya, beberapa angkutan dalam kota harus memutar karena tak dapat menggunakan jalan tersebut. Hal ini membuat rekayasa lalu lintas belum dapat dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selanjutnya, kendaraan yang membawa alat berat untuk pembangunan jalan layang masih berkeliaran di jalan-jalan sekitar Terminal Pulo Gebang. Kondisi ini menjadikan jalan di sekitar Terminal Pulo Gebang rusak dan rawan terjadi kecelakaan.

Terminal Pulo Gebang telah dibangun dari tahun 2010 hingga akhir 2011. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, telah menggelar soft launching pada tanggal 23 Juni 2012. Terminal yang dapat memuat 2.997 unit bus ini masih kosong dan sepi peminat. Hingga kini, sejumlah kendaraan dalam kota saja yang menggunakan terminal ini sebagai tempat beristirahat.

Sumber :
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/03/25/2105116/Angkutan.AKAP.di.Terminal.Pulo.Gebang.Beroperasi.2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar